Kamis, 20 Juni 2013

PENYAKIT PADA KELAPA “Penyakit Batang Berdarah, Busuk Tunas, dan Busuk buah/Gugur buah”



Kelapa (Cocos nucifira L.) berasal pertama kalinya dari wilayah Malanesia. Umumnya pohon ini dapat tumbuh wilayah tropis. Pohon kelapa banyak dibudidayakan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai salah satu pohon penghias jalan. Kelapa – kelapa ini tumbuh dengan baik dengan tinggi kelapa dalam kurang lebih 5 – 12 meter. Namun pertumbuhan kelapa ini juga terhalang oleh pertumbuhan penyakit. Penyakit yang tumbuh dengan baik adalah penyakit yang berasal dari jamur pathogen yang merusak pertumbuhan kelapa. Jamur yang menjangkit kelapa ternyata dipicu oleh faktor lingkungan dari sifat cuaca Malang. Jenis lingkungannya termauk lingkungan lembab, sehingga jamur dapat berkembang dengan baik.
v Penyakit batang berdarah (stem bleeding)
Penyakit batang berdarah (stem bleeding) menyerang salah satu pohon kelapa yang tumbuh dan dibudidaya di UIN MALIKI Malang. Penyebab penyakit batang berdarah pada pohon kelapa tidak lain adalah berasal dari jamur.
Gejala penyakit batang berdarah yang nampak pada pohon kelapa di UIN MALIKI Malang adalah keluarnya cairan cokelat kemerahan dari retakan – retakan pada batang kelapa. Nantinya cairan ini akan mengering dan menjadi kerak cokelat kehitaman yang menempel pada permukaan batang kelapa. Apabila retakannya dikorek. Batang kelapa akan tampak jaringan batang bagian dalam membusuk, berwarna cokelat kekuningan. Terdapat cairan yang berwarna cokelat muda kekuningan dan berbau khas seperti buah nanas. Pembusukan pada batang kelapa di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkembang dengan ketinggian 0,5 meter.
Namun, apabila penyakit kelapa ini berlanjut hingga jaringannya membusuk dan mengering, akan menyebabkan batang kelapa berongga dan dapat berbunyi khas apabila batang dipukul.
Penyebab penyakit batang berdarah ini disebabkan oleh jamur Ceratocystis paradoxa. Selain disebabkan oleh jamur tersebut, penyakit batang berdarah juga dapat disebabkan oleh penyebab mekanis dan hewan. Penyebab mekanis ini dapat berbentuk goresan atau pukulan pada batang kelapa, sehingga goresan yang membentuk luka pada batang kelapa yang dapat terkontaminasi dengan spora bertumbuhan jamur Ceratocystis paradoxa. Daur hidup jamur Ceratocystis paradoxa menyebabkan penyakit batang berdarah tersebar di mana – mana, jamur Ceratocystis paradoxa tergolong penyakit (parasait lemah) yang dapat menyerang bermacam – macam tumbuhan dan dapat hidup sebagai bahan organik. Jamur Ceratocystis paradoxa dapat menginfeksi melalui luka, yang banyak terdapat pada permukaan batang kelapa. Penyakit batang berdarah dapat menyerang kelapa pada semua umur, batang kelapa yang terserang penyakit ini kurang lebih berumur 4 tahun. Lebih cocoknya penyakit tanaman batang berdarah ini menyerang kelapa yang tumbuh pada daerah basah atau lembab. Kelembaban pada tanah di UIN MALIKI Malang sangat membantu pertumbuhan jamur ini. Namun terdapat pengelolaan yang tepat pada penyakit ini dengan membersihkan (dikerok) permukaan batang pohon kelapa, luka yang timbul dirawat dengan fungisida selama beberapa minggu sampai pendarahan berhenti.
Busuk Umbut/ busuk Tunas
Busuk umbut merupakan gejala penyakit yang disebabkan oleh jamur Phytophthora palmivora yang warnanya menjadi pucat yang mengakibatkan patah atau rebah. Akibatnya daun pohon kelapa di UIN MALIKI Malang menjadi tidak mengkilap, berwarna kuning suram dan akhirnya berwarna cokelat. Daunnya rontok, sehingga pohon hanya mempunyai beberapa daun yang paling bawah. Umbut yang membusuk mengeluarkan bau busuk berair dan tampak sebagai batang berwarna kelabu. Phytophthora palmivora dikenal sebagai tumbuhan inang. Penyebaran penyakit ini dapat diketahui dengan jelas melalui angin dan kumbang. Suhu yang lembab atau daerah yang basah mendukung penyebaran penyakit ini. Penyakit ini juga menyerang dan menginfeksi kelapa di UIN MALIKI Malang dengan kondisi tanah lembab dan cuaca sejuk. Terdapat solusi dalam penanganan penyakit ini, dengan menebang ujung yang terinfeksi kemudian dibakar agar jamur dan sporanya mati dan tidak menyebar lagi. Penanganan lagi juga dapat dengan menggunakan fungisida, fungisida yang dipakai dengan fungisida yang disemprotkam dengan bercambur belerang dan insektisida. Fungsi insektisida di sini untuk kekebalan dari insekta kumbang.
Penyakit Gugur Buah
Penyakit gugur buah juga menyerang kelapa – kelapa di depan Ma’had putra, gugurnya buah ditandai dengan jatuhnya buah muda yang kecil ke tanah. Gejalanya pada kulit buah kelapa terdapat bercak kecil berwarna cokelat muda kebasah – basahan. Pada bagian dalam sabut kelapa, jaringannya berwarna cokelat merah dan di sinilah penyakit tumbuh cepat.
Penyebab penyakit ini disebabkan oleh jamur Phtophyhora polmivora, jamur ini ternyanta juga penyerang gugur buah dan busuk umbut karena penyerangan jamur ini tumbuh di bagian atas pohon kelapa. Jamur dari buah kelapa yang jatuh ke bawah tanah juga dapat diduga oleh terangkut serangga (insecta), dan hewan lain ataupun oleh mahasantri yang berusaha memanjat pohon kelapa. Faktor – faktor yang mempengaruhi penyakit ini adalah pohon kelapa yang tumbuh di daerah – daerah yang banyak hujan dan kelembaban udara yang tinggi. Sehingga penyakit gugur buah juga berkembang di UIN MALIKI Malang.
Pengelolaan penyakit ini adalah dengan cara membakar atau membinasakan buah kelapa muda yang jatuh ke tanah. Untuk pewaspadaan buah kelapa dapat dilindungi dengan fungisida tembaga.






Tidak ada komentar: