Kelapa (Cocos
nucifira L.) berasal pertama kalinya dari wilayah Malanesia. Umumnya pohon ini
dapat tumbuh wilayah tropis. Pohon kelapa banyak dibudidayakan di UIN Maulana
Malik Ibrahim Malang sebagai salah satu pohon penghias jalan. Kelapa – kelapa
ini tumbuh dengan baik dengan tinggi kelapa dalam kurang lebih 5 – 12 meter. Namun
pertumbuhan kelapa ini juga terhalang oleh pertumbuhan penyakit. Penyakit yang
tumbuh dengan baik adalah penyakit yang berasal dari jamur pathogen yang
merusak pertumbuhan kelapa. Jamur yang menjangkit kelapa ternyata dipicu oleh
faktor lingkungan dari sifat cuaca Malang. Jenis lingkungannya termauk
lingkungan lembab, sehingga jamur dapat berkembang dengan baik.
v
Penyakit batang berdarah (stem bleeding)
Penyakit batang
berdarah (stem bleeding) menyerang salah satu pohon kelapa yang tumbuh dan dibudidaya
di UIN MALIKI Malang. Penyebab penyakit batang berdarah pada pohon kelapa tidak
lain adalah berasal dari jamur.
Gejala penyakit
batang berdarah yang nampak pada pohon kelapa di UIN MALIKI Malang adalah
keluarnya cairan cokelat kemerahan dari retakan – retakan pada batang kelapa.
Nantinya cairan ini akan mengering dan menjadi kerak cokelat kehitaman yang
menempel pada permukaan batang kelapa. Apabila retakannya dikorek. Batang
kelapa akan tampak jaringan batang bagian dalam membusuk, berwarna cokelat
kekuningan. Terdapat cairan yang berwarna cokelat muda kekuningan dan berbau
khas seperti buah nanas. Pembusukan pada batang kelapa di UIN Maulana Malik
Ibrahim Malang berkembang dengan ketinggian 0,5 meter.
Namun, apabila penyakit kelapa ini berlanjut hingga jaringannya membusuk dan mengering, akan menyebabkan batang kelapa berongga dan dapat berbunyi khas apabila batang dipukul.
Namun, apabila penyakit kelapa ini berlanjut hingga jaringannya membusuk dan mengering, akan menyebabkan batang kelapa berongga dan dapat berbunyi khas apabila batang dipukul.
Penyebab
penyakit batang berdarah ini disebabkan oleh jamur Ceratocystis paradoxa.
Selain disebabkan oleh jamur tersebut, penyakit batang berdarah juga dapat
disebabkan oleh penyebab mekanis dan hewan. Penyebab mekanis ini dapat
berbentuk goresan atau pukulan pada batang kelapa, sehingga goresan yang
membentuk luka pada batang kelapa yang dapat terkontaminasi dengan spora bertumbuhan
jamur Ceratocystis paradoxa. Daur hidup jamur Ceratocystis paradoxa menyebabkan
penyakit batang berdarah tersebar di mana – mana, jamur Ceratocystis paradoxa
tergolong penyakit (parasait lemah) yang dapat menyerang bermacam – macam
tumbuhan dan dapat hidup sebagai bahan organik. Jamur Ceratocystis paradoxa
dapat menginfeksi melalui luka, yang banyak terdapat pada permukaan batang
kelapa. Penyakit batang berdarah dapat menyerang kelapa pada semua umur, batang
kelapa yang terserang penyakit ini kurang lebih berumur 4 tahun. Lebih cocoknya
penyakit tanaman batang berdarah ini menyerang kelapa yang tumbuh pada daerah
basah atau lembab. Kelembaban pada tanah di UIN MALIKI Malang sangat membantu
pertumbuhan jamur ini. Namun terdapat pengelolaan yang tepat pada penyakit ini
dengan membersihkan (dikerok) permukaan batang pohon kelapa, luka yang timbul
dirawat dengan fungisida selama beberapa minggu sampai pendarahan berhenti.
Busuk Umbut/ busuk Tunas
Busuk umbut
merupakan gejala penyakit yang disebabkan oleh jamur Phytophthora palmivora
yang warnanya menjadi pucat yang mengakibatkan patah atau rebah. Akibatnya daun
pohon kelapa di UIN MALIKI Malang menjadi tidak mengkilap, berwarna kuning
suram dan akhirnya berwarna cokelat. Daunnya rontok, sehingga pohon hanya mempunyai
beberapa daun yang paling bawah. Umbut yang membusuk mengeluarkan bau busuk
berair dan tampak sebagai batang berwarna kelabu. Phytophthora palmivora
dikenal sebagai tumbuhan inang. Penyebaran penyakit ini dapat diketahui dengan
jelas melalui angin dan kumbang. Suhu yang lembab atau daerah yang basah
mendukung penyebaran penyakit ini. Penyakit ini juga menyerang dan menginfeksi
kelapa di UIN MALIKI Malang dengan kondisi tanah lembab dan cuaca sejuk.
Terdapat solusi dalam penanganan penyakit ini, dengan menebang ujung yang
terinfeksi kemudian dibakar agar jamur dan sporanya mati dan tidak menyebar
lagi. Penanganan lagi juga dapat dengan menggunakan fungisida, fungisida yang
dipakai dengan fungisida yang disemprotkam dengan bercambur belerang dan insektisida.
Fungsi insektisida di sini untuk kekebalan dari insekta kumbang.
Penyakit Gugur Buah
Penyakit gugur
buah juga menyerang kelapa – kelapa di depan Ma’had putra, gugurnya buah
ditandai dengan jatuhnya buah muda yang kecil ke tanah. Gejalanya pada kulit
buah kelapa terdapat bercak kecil berwarna cokelat muda kebasah – basahan. Pada
bagian dalam sabut kelapa, jaringannya berwarna cokelat merah dan di sinilah
penyakit tumbuh cepat.
Penyebab penyakit ini disebabkan oleh jamur Phtophyhora polmivora, jamur ini ternyanta juga penyerang gugur buah dan busuk umbut karena penyerangan jamur ini tumbuh di bagian atas pohon kelapa. Jamur dari buah kelapa yang jatuh ke bawah tanah juga dapat diduga oleh terangkut serangga (insecta), dan hewan lain ataupun oleh mahasantri yang berusaha memanjat pohon kelapa. Faktor – faktor yang mempengaruhi penyakit ini adalah pohon kelapa yang tumbuh di daerah – daerah yang banyak hujan dan kelembaban udara yang tinggi. Sehingga penyakit gugur buah juga berkembang di UIN MALIKI Malang.
Penyebab penyakit ini disebabkan oleh jamur Phtophyhora polmivora, jamur ini ternyanta juga penyerang gugur buah dan busuk umbut karena penyerangan jamur ini tumbuh di bagian atas pohon kelapa. Jamur dari buah kelapa yang jatuh ke bawah tanah juga dapat diduga oleh terangkut serangga (insecta), dan hewan lain ataupun oleh mahasantri yang berusaha memanjat pohon kelapa. Faktor – faktor yang mempengaruhi penyakit ini adalah pohon kelapa yang tumbuh di daerah – daerah yang banyak hujan dan kelembaban udara yang tinggi. Sehingga penyakit gugur buah juga berkembang di UIN MALIKI Malang.
Pengelolaan
penyakit ini adalah dengan cara membakar atau membinasakan buah kelapa muda
yang jatuh ke tanah. Untuk pewaspadaan buah kelapa dapat dilindungi dengan
fungisida tembaga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar